Berita

✨ Hari Asma Sedunia - Akses Inhaler Anti-inflamasi untuk Penderita Asma ✨

Dipublikasikan pada: Senin, 04 Mei 2026 | Dibaca: 328 kali

✨ Hari Asma Sedunia - Akses Inhaler Anti-inflamasi untuk Penderita Asma ✨

Hari Asma Sedunia diperingati pada hari Selasa minggu pertama di bulan Mei. Pada tahun ini hari asma jatuh pada 5 Mei 2026. Tema yang diusung Perhimpunan Asma Dunia (GINA - Global Inisiative for Asthma) yaitu Access to anti-inflammatory inhalers for asthma - still an urgent need (Akses terhadap inhaler anti-inflamasi untuk semua penderita asma - masih merupakan kebutuhan mendesak.

 

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai oleh gejala variabel seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat di dada yang disertai dengan obstruksi aliran udara yang bersifat reversibel. Reversibel di sini diartikan sebagai masih bisa terkontrol dan lepas obat. Sehingga pada pasien yang merasa khawatir tidak akan pernah lepas dari inhaler, maka hal tersebut keliru. Asma masih bisa dikontrol dengan obat tertentu, dan masih memiliki kemungkinan untuk lepas obat.

 

Kasus asma di Indonesia masih cenderung tinggi, prevalensi pada tahun 2020 masih kurang lebih mencapai 4,5 % atau sekitar 12 juta jiwa. Asma bertanggungjawab atas lebih dari 450.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. Kabar baiknya sebagian besar kematian ini bisa dicegah.

 

Serangan asma melibatkan penyumbatan saluran udara di paru-paru yang mengurangi kemampuan seseorang untuk menghirup oksigen. Penyumbatan saluran udara disebabkan oleh penyempitan otot-otot saluran udara, serta peradangan  yang menyebabkan pembengkakandinding saluran udara serta produksi lendir atau dahak berlebih yang menyumbat  saluran udara.

 

Faktor risiko apa saja yang dapat mengakibatkan seseorang terkena asma?

 

  1. Jenis kelamin laki-laki pada anak-anak, perempuan pada remaja/dewasa
  2. Riwayat asma dalam keluarga maupun atopik lain
  3. Kebiasaan merokok pada keluarga (termasuk pada ibu hamil)
  4. Lahir prematur
  5. Berat badan berlebih

 

Beberapa pencetus munculnya gejala asma adalah :

 

  1. Alergen (debu, tungau, bulu hewan)
  2. Iritan (asap rokok, polusi)
  3. Infeksi saluran napas
  4. Aktivitas fisik (exercise-induced asthma)
  5. Cuaca dingin
  6. Stres
  7. Obat-obatan

 

Gejala Asma :

 

  1. Sesak napas
  2. Mengi (wheezing)
  3. Batuk (terutama malam / dini hari)
  4. Rasa berat di dada
  5. Timbul atau bertambah buruk bila terkena infeksi virus
  6. Nyeri dada

 

Pencegahan yang dapat kita lakukan supaya keluhan tidak sering muncul di antaranya adalah :

  1. Identifikasi dan hindari pemicu
  2. Mengelola alergi (bisa melakukan tes alergi dan mengidentifikasi alergen spesifik dengan dokter)
  3. Menerapkan gaya hidup sehat (misalkan menghindari rokok dan paparannya, pola makan seimbang, menjaga kebersihan lingkungan)
  4. Vaksinasi (beberapa infeksi saluran napas dapat memicu timbulnya serangan asma ringan maupun berat, oleh karena itu disarankan vaksin flu tahunan dan vaksin pneumonia)
  5. Mengelola stres (stres dapat mempengaruhi kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko serangan asma. Pasien diharapkan dapat mengelola stres dengan cara seperti relaksasi, meditasi, maupun aktivitas yang membantu mengurangi stres)

 

Tata Laksana Asma :

 

Untuk keamanan, GINA tidak merekomendasikan penggunaan Short Acting Beta Agonist (Obat asma untuk melonggarkan saluran napas) secara tunggal atau sendirian. Penggunaannya harus didampingi obat radang yang dihirup (inhalasi) untuk menurunkan risiko kambuh yang berat.

 

Inhaler yang mengandung obat radang dapat diberikan sehari 2 x atau sesuai dosis masing-masing obat. Pengobatan asma dibagi menjadi obat pelega, pengontrol, maintenance, meintenance dan pelega. Obat ini akan diberikan oleh dokter yang memeriksa pasien. Oleh karena itu kunjungi dokter kepercayaan anda di pelayanan kesehatan terdekat.

 

Berikut kami sertakan file untuk jadwal dokter KKPM, brosur mengenai asma, dan tabel kontrol asma.

 jadwal dokter                          brosur asma

 

Salam sehat ya!

 

dr. Filly Ulfa Kusumawardan

Tag terkait:

hari asmaakses inhaleranti inflamasipenderita asmaasmasesak nafas